Sistem Common Rail Diesel



Satu teknologi yang umumnya ditemui dalam mesin diesel adalah Common Rail Direct Full Injection, atau injeksi bahan bakar langsung dengan sistem common rail. Sistem injeksi ini telah memberikan sejumlah manfaat dalam hal daya dan konsumsi bahan bakar pada mesin diesel dan bensin. Bagi pengguna mobil diesel ada baiknya mengetahui Sistem Common Rail Injection ini, baik itu sejarah perkembangannya, komponen-komponennya, serta cara kerjanya.

Sejarah Sistem Common Rail

Sejarah penggunaan sistem common rail dimulai pada mesin-mesin kapal selam pada tahun 1916, khususnya pada mesin kapal selam kelas G. Penggunaan sistem ini berkembang dalam mesin kelautan dari tahun 1921 hingga 1980, dan baru mulai diterapkan pada kendaraan produksi massal di Jepang pada pertengahan tahun 1990-an. Denso Corporation menjadi pelopor dengan mengembangkan sistem common rail untuk truk Hino Ranger pada tahun 1995.

Pada tahun 1997, sistem ini masuk ke mobil penumpang dan pada tahun 2001 diaplikasikan pada truk pick-up. Saat ini, sistem Common Rail digunakan pada berbagai jenis kendaraan dengan mesin diesel, membawa perubahan signifikan dalam industri otomotif dengan menyajikan mesin yang lebih bertenaga dan efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Komponen Sistem Common Rail

Sistem Common Rail terdiri dari tiga kelompok komponen utama: sensor, ECU (Electronic Control Unit), dan aktuator.

  • Sensor: Merupakan komponen elektronik yang mengumpulkan data penting seperti volume udara yang masuk, suhu udara, posisi gas, tekanan di dalam intake manifold, RPM mesin, suhu mesin, dan tekanan injeksi bahan bakar.

  • ECU: Merupakan otak dari sistem Common Rail yang memproses data dari sensor-sensor tersebut dan menghasilkan output berupa tegangan yang dikirimkan ke aktuator.

  • Aktuator: Terdiri dari fuel pump (memompa bahan bakar dari tangki ke pompa tekanan tinggi), high pressure pump (menaikkan tekanan bahan bakar hingga 2000 bar), dan injector (menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar).

Cara Kerja Sistem Common Rail

Sistem Common Rail bekerja dengan tekanan tinggi yang mencapai lebih dari 2000 Bar dalam mengalirkan bahan bakar melalui jalur bahan bakar. Injektor akan membuka pada waktu yang tepat, memungkinkan bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Ini menghasilkan penguapan yang lebih baik, memungkinkan oksigen atmosfer untuk lebih efisien bergabung dengan bahan bakar yang telah menguap, sehingga pembakaran menjadi lebih lengkap.

Selain itu, ECU memainkan peran kunci dalam mengontrol durasi pembukaan injektor dan tekanan bahan bakar, sehingga mesin dapat bekerja lebih efisien dan hemat bahan bakar.

Kelebihan dan Kekurangan

Meskipun sistem Common Rail membawa banyak kelebihan seperti efisiensi dan performa tinggi, terdapat kelemahan fatal. Mesin diesel yang menggunakan sistem ini memerlukan bahan bakar berkualitas tinggi. Jika tidak, mesin dapat mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi kinerja kendaraan.

Well itulah dia sekilas tentang Sistem Common Rail Injection telah membawa perubahan signifikan dalam dunia otomotif dengan menyajikan mesin yang lebih bertenaga, efisien, dan ramah lingkungan. Sejarah perkembangannya, komponen-komponen utama, serta cara kerjanya menjadikan sistem ini sebagai inovasi penting dalam industri mesin diesel. Meskipun memiliki kelebihan, perawatan yang baik dan penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi tetap diperlukan untuk menjaga kinerja optimal. Semoga bermanfaat ya sahabat otomotif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Harun Masiku, Kenapa Sulit ditangkap?

Frekuensi RCTI Digital

Yamaha SR400